Menjadi Orang Gila Adalah Pilihan

Tingginya tekanan hidup dan banyaknya keinginan yang belum terwujud terkadang membuat orang menjadi putus asa, ada memutuskan untuk mengakhiri hidup, ada yang memutuskan menjadi orang gila ada pula yag memutuskan terus bekerja dan berkarya dalam menghadapi tekanan hidup dan mewujudkan mimpi-mimpi dan keinginan yang belum terwujud. Sesuai dengan ungkapan “Hidup Adalah Pilihan”.

Mengakhiri hidup jelas pilihan bodoh dan pintas. Mereka berpikir setelah mereka mengakhiri hidup semua masalah mereka akan selesai dan mereka bisa tenang. Padahal dalam ajaran agama mengakhiri hidup sangat dilarang dan diharamkan, jangankan bunuh diri, berputus asa aja dilarang! Betapa agungnya ajaran dari Tuhan.

Adalagi yang memutuskan menjadi orang gila, ini juga pilihan yang salah dalam menghadapi kehidupan, mungkin banyak orang berpendapat mereka menjadi orang gila bukan karena keinginan mereka, tapi karena tekanan hidup dan lain-lain. Saya berpendapat mereka menjadi orang gila karena kemauan mereka sendiri, kenapa?

Begini, saya memiliki beberapa orang teman, kenalan, dan bahkan sanak family yang mengalami gangguan kejiwaan sebut saja gila. Dari historical beliau-beliau ini saya simpulkan mereka sendiri yang memilih untuk menjadi orang gila. Teman saya, menjadi orang gila bermula dari kesalahan kecil yang dia lakukan, yaitu tidak mau melanjutkan pendidikan dan tidak mau bekerja. Setelah selesai SMP, saat saya dan teman-teman yang lain sibuk mencari tempat untuk melanjutkan pendidikan dia hanya diam dirumah dan berencana menjadi petani. That’s not wrong idea, to be a farmer is a great job!

Namun ternyata, setelah kami mulai bersekolah di SMA dia tidak jadi petani seperti keinginannya semula, dia jadi pengurung dirumah, tidak mau bekerja dan tidak mau bertemu dengan orang lain. Hingga akhirnya dia jadi sering ketawa dan ngobrol sendiri, tidak mau mandi dan hal-hal lainnya yang identik dengan orang gila.

Yang lain, dia punya keinginan yang tidak bisa dipenuhi oleh orang tuanya dan dia tidak mau berusaha untuk mewujudkan keinginannya. Dia mulai mengurung diri, mulai sering ngobrol sendiri, ketawa sendiri, dan jadilah gila.

Dari beberapa contoh diatas jelas sekali bahwa menjadi orang gila adalah pilihan mereka dalam menjalani kehidupan ini. Bukan karena hal lain. Itu adalah pilihan mereka, mereka yang tidak mau berusaha, mereka yang mudah putus asa dan mereka yang tidak mau berproses.

Sahabat pembaca sekalian, hidup memanglah ‘keras’ dan tidak selalu indah. Satu hal yang harus senantiasa kita camkan adalah tidak ada satu pun mahluk ciptaan-Nya diuji melebihi ambang batas kemampuan mahluk-Nya. Selalu optimis, berusaha dan bekerja serta berpikir positif (khuznu dhon kepada Allah) adalah kunci kita untuk mengarungi hidup. Dzikir, Pikir, Ikhtiar, Tawakal adalah senjata dalam mengarungi kehidupan.

Mari bekerja, hadapi semua alur kehidupan kita dengan usaha yang maksimal. Jangan pernah berpikir menjadi orang gila apalagi mengakhiri hidup!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s