Menyayangi Air

Air,merupakan salah satu unsur terbesar dan terpenting di bumi. Tanpa air tidak akan pernah ada kehidupan, tidak akan ada yang namanya mahluk hidup. Air adalah sumber kehidupan, dan merupakan objek vital dalam kehidupan. Bagi manusia air digunakan untuk minum, mandi, memasak, mencuci, wudhu (bagi yang muslim), dan berbagai kepentingan lainnya seperti menyiram tanaman.

Air Sumber Kehidupan

Begitu vitalnya air bagi kehidupan, sehingga perlu adanya sebuah cara atau metode untuk menjaga kelangsungannya dan menyayanginya. Saat ini banyak daerah, banyak tempat yang mengalami krisis air, kekurangan air. Sungai-sungai kering, sumur-sumur mengering, waduk,danau-danau airnya terus mengalami penurunan baik dari segi debet maupun kualitasnya .

Tentu saja hal ini dikarenakan ada yang salah, salah satu kesalahannya adalah tidak menjaga kelangsung air dan kurang menyayanginya. Air bisa hilang jika tidak dirawat dengan baik, jika tidak disayangi. Air pun bisa ‘mengamuk’ jika kita tidak pandai-pandai menjaganya. Nah, untuk hal itu kita sebagai mahluk yang diamanatkan mengisi dan menjaga bumi kita harus bisa merawat, menjaga dan menyayangi air agar tetap terjaga kelangsungannya dan tidak ‘mengamuk’.

Caranya sederhana, pertama menanam pohon. Klasik, kata orang ini disebut reboisasi atau penghijauan. Menanam pohon,atau reboisasi atau penghijauan diperuntukan untuk menyerap air dan menjadikannya ‘tabungan’ sehingga air tidak langsung tumpah ruah dan meluap atau banjir saat hujan besar datang dan menjadi penyalur air yang baik saat musim kemarau tiba, selain itu pohon juga sebagai penyangga tanah dari longsor atau erosi.

Kedua, membuat Penampungan/ saluran air (irigasi) ini penting supaya saat hujan besar air bisa disalurkan kejalur yang telah dibuat, sehingga tidak meluap didaratan dengan semena-mena. Maksud dan tujuannya kurang lebih sama dengan menanam pohon, selain penampung air juga untuk menjadikannya sebagai penyalur aliran air.

Ketiga, menjaga saluran air. Menjaga saluran air disini dimaksudkan untuk menjaga area saluran air, baik sungai irigasi maupun waduk/ danau dari sampah dan pendangkalan atau penyempitan. Lho kog ada pendangkalan dan penyempitan? Ya benar pendangkalan dan penyempitan aliran air sering terjadi. Kronologisnya kurang lebih begini, kalo pendangkalan bisa disebabkan oleh erosi sisi-sisi sungai,waduk/ danau bisa juga karena ulah ulah manusia seperti buang sampah dan lainnya.

Lalu kalo penyempitan, ini jelas ulah oknum manusia yang haus lahan. Mereka menguruk pinggiran sungai/ irigasi atau danau/ waduk yang berbatasan dengan lahan milik mereka perlahan-perlahan ya mereka ambil/ caplok itu lahan yang diuruk. Nah,jika sudah terjadi pendangkalan sungai tahu sendirikan akibatnya. Contoh nyata adalah ibu kota Republik Indonesia, saat hujan turun air dengan cepat akan meluap dan seakan ‘marah’. Jika sudah begini pengerukan sangat diperlukan.

Mungkin itu beberapa point ngawur versi saya tentang menyayangi air. Ajakan saya, sayangi air, gunakan air seperlunya, hemat air maka air akan lebih menyayangi kita.

Kengawuran ini juga dilakukan disini dan disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s