Seleksi Alam yang Dipaksakan

Saya masih terngiang pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) waktu SD dan Biologi waktu SMP samapi dengan SMA, salah satu hal masih hangat dibenak saya adalah kata “Seleksi Alam” dimana alam menyeleksi secara alami mana yang bisa bertahan atas perubahan alam baik cuaca, iklim, maupun bencana yang terjadi.

Sebagai contoh mahluk prasejarah yang masih mampu bertahan hingga sekarang adalah Komodo dan Buaya (kalo tidak salah)🙂. Jika kita hitung-hitung kita tahu bahwa lebih banyak mahluk yang tidak mampu untuk bertahan menghadapi seleksi alam dibandingan dengan yang mampu bertahan. Manusia merupakan rabtai teratas dalam hal seleksi alam terlebih dalam rantai makanan.

Jika kita bicara sedikit soal seleksi alam, terdapat alasan mengapa di antara semua makhluk hidup di dunia, manusialah yang menduduki kelas teratas dalam kemampuan bertahan menghadapi perubahan alam. Padahal, manusia bukan yang terkuat, bukan pula yang terbesar. Tetapi mengapa justru hewan yang besar dan memiliki kekuatan luar biasa justru lebih dulu punah? Hal ini karena manusia adalah mahluk yang memiliki flesibelitas yang sangat tinggi.

Sama halnya dengan Komodo atau Buaya dalam konteks di paragraf kedua. Namun demikian, dalam kenyataan saat ini ada beberapa “seleksi alam yang dipaksakan”. Sebagai contoh seleksi alam yang dipaksakan adalah pembantaian Orang Utan di Kalimantan Timur. Bagi saya ini adalah seleksi alam yang dipaksakan, tidak natural. Mereka musnah karena dibantai, dibunuh!

Semoga hal ini bisa menjadi perhatian, bahwa seleksi alam adalah natural, tidak dipaksakan!

Save Orang Utan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s