Sindrom Orang Pendek

Napoleon Bonaparte, Adolf Hitler dan Benito Mussolini adalah tiga tokoh dunia yang dikenal sebagai penguasa diktator. Menurut sebuah teori, diketahui bahwa ketiga tokoh diktator ini memiliki satu kesamaan, yaitu bertubuh pendek dan dipercaya juga mengalami sindrom orang pendek.

Sindrom orang pendek adalah kondisi psikologis yang terjadi di sekitar orang bertubuh pendek. Menurut teori inilah ditemukan kesamaan antara tiga tokoh dunia yang terkenal diktator tersebut.

Adolf Hitler, Khas Dengan Kumis Seupritnya

Teori sindrom orang pendek yang kontroversial ini menurut ilmu psikologi terjadi di beberapa orang yang memiliki tubuh pendek. Selain disebut sebagai sindrom orang pendek, sindrom ini juga dikenal sebagai sindrom Napoleon atau sindrom orang kecil.

Seperti dilansir dari Buzzle, Selasa (1/6/2010), sindrom orang pendek adalah teori yang berhubungan dengan orang-orang bertubuh mungil alias pendek. Teori ini menunjukkan bahwa beberapa orang pendek memiliki rasa rendah diri karena bertubuh pendek dan cenderung mengimbanginya dengan aspek lain di kehidupannya.

Orang-orang yang berpostur pendek ditemukan sangat agresif dan pencemburu berat. Ini hanya diduga sebagai kondisi psikologis, dan terjadi pada beberapa orang pendek yang berkelamin laki-laki.

Sindrom ini bukanlah gangguan mental tetapi dianggap sebagai stereotip sosial yang merendahkan. Teori ini juga dikenal sebagai kompleks Napoleon.

Menurut teori ini, Kaisar Napoleon Bonaparte selalu mengimbagi perawakannya yang pendek dengan menjadi sangat agresif. Teori ini juga terkait dengan penguasa agresif lainnya, seperti Hitler, Mussolini, dan lainnya.

Beberapa studi menyebutkan bahwa kondisi ini dikembangkan pada tahap awal, yaitu sejak masa kanak-kanak, yang mana anak bertubuh jauh lebih pendek dari yang lain akan diintimidasi oleh teman-temannya.

Alhasil, perasaan kompleks muncul seperti rendah diri pada anak-anak, yang akan membuatnya selalu berusaha keras untuk mendapat perhatian yang lebih besar, juga menuntut kekuasaan dan kontrol atas orang lain. Ini akan membuatnya menjadi orang yang agresif ketika dewasa kelak.

Berbagai studi telah dilakukan tentang sindrom orang pendek. Sementara beberapa studi mendukung teori sindrom orang pendek, yang lain justru menentang keras teori ini.

Teori sindrom orang pendek ini masih menjadi sebuah perdebatan. Teori ini bahkan bertentangan dengan studi yang dilakukan di Inggris, yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kepribadian atau aspek-aspek kehidupan sehari-hari karena faktor postur tubuh.

Sumber :http://health.detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s