Membeli Cinta

Aisyah R.A berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda “apabila harta kekayaan tidak terdapat sedekah sama sekali, maka ia akan membinasaknnya “

Sahabat yang dicintai Allah SWT, terfikirlah oleh kita bahwa segala harta kekayaan yang kita kumpulkan sedikit demi sedikit hingga kemudian membukit, demikian juga segala jabatan dan kekuasaan yang dalam genggaman kita saat ini dan esok, akan musnah dalam sekejap diluar prediksi kita, sebabnya kelihatan spele KARENA KITA LUPA SEDEKAH.

Dikisahkan oleh seorang bangsawan mempunyai seorang pembantu setia yang telah bekerja padanya sedari kecil. Pembantu itu adalah anak yatim piatu terlantar yang dipungut oleh ayahnya di suatu tempat. Sedangkan si bangsawan adalah seorang ysng hidup berkelimpahan harta, gemar berfoya-foya, namun tidak peduli dengan orang disekitranya yang miskin dan menderita.

“Membeli Cinta”

Suatu hari, si majikan memberi tugas kepada si pembantu tersebut untuk pergi ke luar kota menagih utang. Sebelumnya, dengan nada pongah dia berpesan, “pembantuku, setelah kamu berhasil menagih semua utang itu, pergilah berkeliling kota untuk mencari dan membelikan barang yang belum aku miliki.”

Di dalam hati, si bangsawan tertawa geli.  Sebab ide menugaskan pembantu untuk mencaridan membelikan barang yang belum di punyai, sebenarnya bertujuan untuk mempermainkan pembantunya demi menyombongkan dirinya sendiri. Hal itu dilakukan karena dia tahu bahea dirumahnya yang indah dan dipenuhu dg kekayaan yang berlimpah itu, tidak ada suatu barang berharga apapun yang tidak dimilikinya.

Beberapa hari kemudian, saat pembantunya pulang, si bangsawan menyambutnya dengan antusias. Ia ingin tahu barang apa yang berhasil di beli oleh pembantunya. Tetapi alangkah, kaget dan marah ketiak tahu bahwea uang yang berhasil di tagih, di habiskan si pembantu dengan memberikan barang-barang kepada orang-orang miskin disana. Tanpa mau mendengar alasannya, si pembantu dihukum cambuk. Kemudiasn ia juga dipotong gajinya, dan sejak saat itu, si bangsawan memperlakukan pembantu dengan kasar dan penuh makian.

Tiba suatu ketika, terjadi bencana alam yang luar biasda disana. Seluruh harta si bangsawan musnah dan ia pun jatuh bangkrut. Karena musibah yang datang memporak-porandakan desa itu, kemudian si bangsawan memutuskan untuk pergi ke kota lain guna mencari kehidupan yang baru. Sementara, sang pembantu yang sering di cacinya, tetap setia mengikutinya.

Berhari-hari kemudian, setibanya mereka di sebuah kota, penduduk disana menyambut mereka dengan baik dan ramah.bahkan banyak diantara merekamemberi makan dan tumpangan. Mendapat perlakuan yang sangat ramah tersebut, si bangsawan keheranan. Ia tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu, lantas, ia pun  bertanya kepada si pembantu.

Pembantu itupun kemudian memberikan penjelasan. “Tuanku, saya pernah kemari beberapa waktu yang lalu. Tuan pasti ingat, sewaktu memberi tugas kepada saya untuk meberikan barang yang belum tuan miliki dari semua uang hasil tagihan. Uang itu telah saya belikan cinta kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan saat itu. Sekarang giliran merekalah yang menolong kita saat ini. Waktu itu tuan telah punya semua barang, hanya satu barang yang belum tuan miliki, yaitu cinta. Maka, waktu itu saya membelikannya untuk tuan. Dan cinta itulah yang saat ini memberi kehidupan baru kepada kita. Semoga Tuan memahami dan tidak marah lagi atas tindakan saya waku itu.”

Dengan mata berkaca-kaca, kemudian si bangsawan memeluk pembantu setia nya itu. Ia pun berucap “ sekarang aku baru sadar, aku adalah seorang yang kaya yang miskin….miskin cinta, miskin perhatian pada orang lain. Terima kasih sahabat ….Maafkan aku. Aku telah memperlakukan mu dengan semena-mena. Padahal engkau telah membelikan cinta yang tidak aku miliki. Sekarnag justru cinta itulah yang menolong kita untuk memulai kehidupan yang baru.

Sahabat, kita hidup dunia ini tidak sendiri, namun saling bergantung satu sama lain. Kita sangat membutuhkan orang lain agar hidup kita tidak jadi kaku dan monoton. Disadari atu tidak, manusia secara alami memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena itu, apa yang kita lakukan pada orang laindan apa yang kita perbuat saat ini, bisa memberi dampak yang terkadang tidak kita sangka di masa mendatang.

Karena itu, apapun yang kita lakukan saat ini, harus kita pikirkan bagaiman pengaruhnya bagi orang lain. Jika kitra menebar kebaikan, niscaya kita pun akan mendapatkan balasan kebaikan  itu. Memang kadang tidak secara langsung. Kadang balasan itu hadir saat kita sedang benar-benar membutuhkan.

Mari, kita asah naluri dan nurani kita agar makin terbiasa membantu orang lain. Dengan begitu, kita telah menanam banyak benih cinta yang buah nya kelak akan membawa kita pada kebahagiaan yang sesungguhnya.(dni/cnj)

One thought on “Membeli Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s