Logo Keluarga Berencana

KB, atau Keluarga Berencana merupakan program pemerintah peninggalan Orde  Baru yang cukup bagus. Selain untuk menekan angka pertumbuhan penduduk juga untuk untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak. Dalam sebuah web kesehatan disebutkan, jika seorang wanita ingin hamil kembali setelah hamil yang pertama, ia membutuhkan tenggat waktu pemulihan sekurang-kurangnya 18 bulan atau tidak lebih dari lima tahun untuk mendapatkan bayi sehat.

Dalam web ini disebutkan bahwa dari 11 juta kehamilan diseluruh dunia, ditemukan bahwa jika jarak kelahiran bayi terlalu dekat atau terlalu jauh akan memunculkan risiko komplikasi. Diantara komplikasi ini adalah kelahiran bayi premature dan bayi yang kekurangan berat badan.

Penjelasannya begini, tubuh wanita hamil termasuk yang menyusui perlu nutrisi yang cukup sebagai asupan giizi bagi si jabang bayi. Bila si ibu hamil kembali sebelum mengalami pemulihan setelah kelahiran pertama, tubuhnya belum siap kembali untuk member makanan pada janin dalam kandungannya, risikonya kondisi bayi kurang baik.

Demikian sebaliknya, jika jarak kelahiran terlalu lama, kesuburan wanita itu akan menurun. Kesuburan yang menurun selanjutnya akan mempengaruhi perkembangan janin. Dengan demikian, jarak kelahiran kirang dari 18 bulan risiko kelahiran premature akan meningkat 1,9%. Sedangkan bila jarak kelahiran lebih dari 59 bulan, peluang kelahiran prematur mrningkkat sekitar  0,6%.

Hal ini menunjukkan, perencanaan kelahiran atau keluarga berencana perlu dilakukan agar kondisi janin menjadi sehat. Keluarga berencana ternyata tak hanya membatasi kelahiran bayi, tetapi juga mengurangi risiko kelahiran bayi prematur.

Advertisements