Kisah Dua Pohon

Alkisah disebuah pulau ada dua pohon yang tumbuh di tempat yang sangat jauh berbeda. Yang satu tumbuh di tengah-tengah pulau yang kering kerontang dan jauh dari sumber air, sedangkan yang satu lagi tumbuh di pinggir sungai yang airnya sangat melimpah. Pohon yang berada di tengah-tengah tidak terlalu bagus dan tumbuhnya sedikit lambat, namun tetap tumbuh. Sedangkan pohon yang berada di pinggir sungai tumbuh dengan cepat dan berdaun sangat lebat.

Tiba-tiba pulau tersebut diguyur hujan yang menyebabkan terjadinya banjir banding, hampir semua yang berada di pulau tersebut terbawa arus air yang sangat deras. Termasuk tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon. Pohon yang berad di pinggir sungai hanya dalam waktu yang singkat sudah terbawa arus dan tak mampu mempertahankan diri. Hanya satu pohon yang selamat, yaitu pohon yang berada di tengah-tengah pulau, ia tetap berdiri kokoh dan tak tergoyahkan oleh arus air yang deras tersebut.

Apa gerangan yang terjadi???

Mari kita telisik dari kehidupan dua pohon ini, pohon yang berada di pinggir sungai tumbuh dengan subur dan berkembang dengan cepat. Ia tidak pelu memperpanjang  akarnya dan tak perlu bekerja keras untuk mendapatkan makanan dan air. Karena sungai yang mengalir sudah menyediakan semuanya. Ia jadi rapuh dan tidak siap menghadapi situasi yang berbeda.

Sedangkan pohon yang berada di tengah-tengah pulau ia harus bekerja keras dan terus menerus memperpanjang akarnya untuk mendapatkan air dan sari-sari makanan. Ia terus ditempa dalam situasi yang sulit dan keras, sehingga ia siap menghadapi situasi yang terburuk sekali pun. Ketika banjir bandang menyapu tanaman dan pohon-pohon lain ian tetap kokoh berdiri berkat kerja kerasnya selama ini, berkat akarnya yang menancap dalam san menjulur jauh.

Dari kisah sederhana diatas kita bisa mengambil pelajaran yang sangat-sangat berharga, sama halnya dengan pohon tersebut manusia pun bisa mengalami hal yang sama. Manusia yang terbiasa “dimanja” tentu akan            memiliki kualitas yang berbeda dalam menghadapi sebuah situasi yang pahit dengan manusia yang memang sudah ditempa dengan kerja keras. Manusia yang biasa dimanja biasanya akan lembek, tidak siap bersaing dan cenderung mudah menyerah.

So, mulai sekarang siapkan diri kita untuk menghadapi situasi yang kurang bersahabat, dengan bekerja keras dan terus menempa diri serta terus menerus belajar. Ingat, bahwa roda kehidupan terus berjalan dan terus berputar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s