Otak sedang buntu, terlalu banyak kerjaan yang deadline…huh, bener-bener memeras otak! sampai-sampai kehabisan ide. Tak sengaja di news feed-nya facebook saya ada note-nya Kang Avi, kakak kelas di Almamaterku,  iseng-iseng saya baca. Hmmmm, menarik! J. Isinya secara garis besar  isinya berisi tentang analogi/ perumpamaan-perumpamaan yang sangat bijak, dan bisa menjadi pembelajaran yang luar biasa.

Setelah meminta izin untuk menyalinnya, berikut isi note-nya saya postingkan di blog ini.

  1. Jadilah jagung, jangan jambu monyet.  Jagung membungkus bijinya yang banyak dengan pelepahnya, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.
    Artinya : Jangan suka pamer atas apa yang anda miliki.
  2. Jadilah pohon pisang. Pohon pisang hanya berbuah sekali, lalu mati.
    Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan/ dalam menjalani sebuah hubungan.
  3. Jadilah duren , jangan kedondong. Walaupun durian dari luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi didalamnya lembut dan manis. Hmmm, sangat beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.
    Artinya : Don’t Judge a Book by The Cover.. .jangan menilai orang dari luarnya saja.
  4. Jadilah bengkoang. Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih.
    Artinya : Jagalah hati jangan kau nodai. Walau kita berada ditempat yang kurang baik kita harus bisa menjaga sikap dan hati kita.
  5. Jadilah tandan pete (petai), bukan tandan rambutan. Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan…ada yang kecil ada yang gede.
    Artinya : Selalu adil dalam bersikap.
  6. Jadilah cabe, Makin tua makin pedas. Artinya : Makin tua makin bijaksana.
  7. Jadilah buah manggis, bisa ditebak isinya dari pantat buahnya.
    Artinya : Jangan jadi orang munafik
  8. Jadilah buah nangka, selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya.
    Artinya : Berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baik).
  9. Jadilah Buah Dada, Selain bermanfaat buat anaknya, tetapi bermanfaat juga buat bapaknya. Artinya : Sekali rangkul dua-duanya dapet (efisiensi & efektifitas).

Terima kasih buat Kang Avi Wondri.

Advertisements