Tadi malam dan berlanjut tadi pagi saya menyaksikan berita di sebuah televisi news nasional yang menyoroti tentang perdebatan kasar dengan bahasa bak preman di Gedung Parlemen. Terus terang saja saya kaget dan heran dengan kata-kata yang keluar dari Anggota Dewan yang terhormat tersebut.

Ruhut Sitompul

Kalimat “Diam Kau Bangsat” terucap di Gedung Megah tersebut, lalu apakah layak ucapan itu keluar dari seorang Wakil Rakyat di Gedung Terhormat dengan disiarkan dan disaksikan oleh rakyat yang memberi amanat? tentu saja sangat tidak layak dan sangat tidak pantas!

Kalimat tersebut diucapkan oleh salah seorang Anggota Dewan yang bernama Ruhut Sitompul yang ditujukan kepada Anggota Dewan lainnya yang bernama Gayus Lumbun melalui interupsi yang dilakukan karena Ruhut Sitompul merasa porsi waktu untuk bertanya dari Fraksi PDIP lebih panjang dibandingkan dengan Fraksi yang lain.

Gayus menghentikan interupsi Ruhut Sitompul tersebut dengan mengatakan bahwa ia sudah bisa menangkap maksud Ruhut Sitompul yang disebutnya sebagai ‘artis sinetron’. Perdebatan diantara keduanya terus memanas hingga keluarlah kata-kata tidak pantas tersebut. Hebatnya meski telah mengeluarakan kata-kata tidak pantas tersebut Ruhut Sitompul masih tetap bisa tersenyum dengan muka ‘watadosnya’, ckckckck. Salut!

Saya jadi berpikir tentang kualitas individu Wakil Rakyat untuk dalam menahan dan mengatur emosi mereka, lama-lama Gedung Dewan yang terhormat bisa jadi tempat mangkalnya “preman-preman terhormat”.  Tentu kita semua tidak menginginkan hal tersebut.

Kenapa saya bilang bisa jadi tempat mangkalnya “preman-preman terhormat”? karena ini bukan kejadian yang pertama. Bahkan pernah terjadi “kegiatan” baku hantam di Gedung ini, Hmmmm, Memalukan!

Rasanya sangat tak layak mereka menjadi Anggota Dewan. Serius!,orang-orang yang tidak tahu etika, tatakrama, sopan-santun tidaklah pantas disebut Anggota Dewan yang terhormat namun sebaliknya.

Apa mereka tidak malu, ataukah urat dan syaraf malunya sudah putus???.(dni/cnj).

Advertisements