Buku yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century karya George Junus Aditjondro yang launching pada tanggal 23 Desember 2009 di Jogjakarta benar-benar bisa membuat suasana negeri ini makin ‘memanas’. Sangkalan demi sangkalan terus bermunculan dari pihak-pihak yang merasa namanya, institusinya dicatut dan ‘dicemarkan’ dalam buku ini.

Gurita
Buku Gurita Cikeas

Dengan semakin banyaknya polemik, adu argument, ramainya penyangkalan, dan ramainya pemberitaan di media membuat buku ini menjadi buku yang paling dicari pada minggu-minggu ini. Bagi saya tentu saja hal ini akan sangat menguntungkan si penulis yang akan meraup untung dari tingginya angka penjualan buku. Dalam beberapa pemberitaan di media massa baik cetak maupun elektronik tersiar kabar bahwa buku ini akan dilarang peredarannya. Hal ini terbukti pada tanggal 26 Desember 2009 buku yang didistribusikan melalui jaringan Toko Buku Gramedia ditarik dari peredaran.

Meski sampai saat ini belum ada keputusan resmi tentang pelarangan peredaran buku ini, namun saya pikir jika hal ini benar-benar terjadi ini merupakan sebuah pelanggaran terhadap UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, jika pelarangan ini benar-benar terjadi maka hak untuk berekspresi dan mengemukakan pendapat telah dilanggar dan dipasung. Terlepas dari keabsahan data dan metodologi penelitian yang pengarang gunakan. Hal ini dapat dibuktikan dikemudian hari, namun jangan sampai terjadi pelarangan.

Masyarakat berhak tahu atas informasi, berhak untuk menyampaikan opini, pendapat dan temuan-temuannya. Selama orang yang menyampaikan informasi dan beropini bisa mempertanggungjawabkannya.

Dalam kasus ini, kembali ada Undang-undang yang harus kita kritisi yaitu UU No 4 PNPS tahun 1963 tentang Pengamanan Terhadap Barang-Barang Cetakan Yang Dapat Menganggu Ketertiban Umum. Karena dengan merujuk ke Undang-undang ini Kejagung telah melarang peredaran 5 buku, antara lain:

  • Dalih Pembunuhan Massal, Gerakan 30 September, dan Kudeta Soeharto. Karya Jhon Roosa.
  • Lekra Tak Membakar Buku: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965. Karya Rhoma Dwi Arya Yuliantri dan Muhiddin M Dahlan
  • Suara Gereja Bagi Umat Tertindas: Penderitaan, Tetesan Darah, dan Kucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri. Karya Cocrates Sofen Yoman.
  • Enam Jalan Menuju Tuhan. Karya Dharmawan MM.
  • Mengungkap Misteri Keberagamaan Agama. Karya Syahrudin Ahmad. (okezone.com).

Kedepan, kita semua berharap bahwa hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi seperti pelarangan, dan pembatasan akan akses informasi dan kebebasan berpendapat. Bukankah selama ini bangsa ini sedang menggaungkan dan mengagungkan ‘demokrasi’?. (dni/cnj).

Untuk Mengunduh/ mendownload file pdf Buku Gurita Cikeas silahkan klik disini.

Referensi : Okezone.com & blogger-pesta.blogspot.com

Advertisements