Pulang

Ketika kita sekolah, bekerja, bermain, bertamasya, merantau, atau hal apa pun yang kita lakukan di luar rumah satu hal yang paling kita nanti dan selalu jadi akhir dari sebuah perjalanan, pekerjaan, atau apa saja yaitu ‘pulang’.

"Pulang"

Kata pulang merupakan sebuah kata yang simple dan kaya akan makna. Kenapa demikian? Saat kita pulang dari tempat kerja, dari sekolah, atau dari perantauan satu hal yang sudah pasti kita perlukan yaitu bekal. Kita semua pasti sepakat bahwa dalam setiap perjalanan baik jauh maupun dekat kita memerlukan apa yang biasa kita sebut dengan bekal. Bekal disini bisa berarti uang, makanan dan hal-hal lainnya.

Bayangkan jika kita pulang tanpa membawa bekal, kita sama saja dengan nekad. Kita ambil contoh sederhana, si A hendak pulang ke Kampung Halamannya di daerah ZX. Ketika si A merencanakan hendak pulang tentunya si A sudah memperhitungkan beberapa hal seperti ongkos yang harus dikeluarkan untuk mencapai daerah ZX tersebut dari tempatnya sekarang bermukim, belum lagi biaya-biaya tak terduga seperti uang/ biaya jajan, uang/ biaya makan, uang/ biaya ke toilet dll.

Setibanya di daerah ZX dan sampai ke rumah tentu saja bekal atau biaya masih diperlukan, paling tidak untuk makan sehari-hari selama disana, belum lagi amplop salam tempel untuk keponakan, adik dll.

Nah, dari sini kita dapat lihat bahwa ternyata ketika kita pulang kita memerlukan banyak bekal. Bekal sangat diperlukan oleh siapa saja yang hendak melakukan perjalanan baik jauh maupun dekat.

Begitu pula perjalanan hidup kita yang akan diakhiri dengan ‘pulang’ ke Yang Maha. Ingat bahwa hidup kita tidak akan kekal, hidup kita hanya sementara. Suatu hari nanti kita pasti akan ‘pulang’. Meski kita tidak pernah tahu kapan tiba giliran kita untuk pulang.

Karena kita tidak pernah tahu kapan tibanya giliran kita pulang, maka dari itu jauh akan lebih bijak jika kita mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Agar ketika sewaktu-waktu kita dipanggil untuk pulang kita sudah memiliki bekal yang cukup untuk pulang.

Allah SWT berfirman “Setiap yang bernyawa pasti akan menghadapi maut (kematian)”. Ini nyata dan terbukti bahwa semuanya yang hidup di dunia ini pasti akan mati. Kita pun sudah tidak sangsi lagi akan hal itu.

Bekal yang dimaksud disini adalah amal ibadah ibadah kita, karena bekal duniawi seberapapun banyaknya kita timbun, tetap tidak akan kita bawa mati. Yang kita bawa hanya secarik kain putih. Dan bekal duniawi sekali pun dibawa (bagi sebagian kepercayaan), tetap tidak akan bisa menolong kita dalam perjalanan di akhirat kita. Karena bekal yang berguna hanyalah amal ibadah dan keimanan kita.(dni/cnj).

3 thoughts on “Pulang

  1. dilla says:

    Sok wararaas ari nyarioskeun “pulang”teh,janten hoyong uih.tp teu acan gaduh bekelna.iraha atuh bd uih teh kang Deni?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s