Memaknai Hidup

Hidup, 5 (lima) huruf dengan berbagai makna dan intrik, dengan berbagai problema didalamnya. Hidup, bukan hanya sekedar hidup, bukan pula sekedar menjalani hidup dengan ‘seadanya’. Banyak orang bilang “hidup adalah anugerah”, “hidup adalah perbuatan”, dan masih banyak lagi kata-kata lain dan kalimat-kalimat lain yang menggambarkan bahwa hidup adalah sebuah “kesempatan”. Kesempatan untuk berbuat baik, kesempatan untuk mempersiapkan bekal di kehidupan selanjutnya, kesempatan untuk berkarya dan berjuang.

Banyak Sahabat, teman, saudara, bertanya-tanya apa sich makna hidup itu? bagi saya secara pribadi makna hidup sangatlah nyata, tidak perlu diuraikan dengan untaian kata atau barisan huruf, cukup dengan menjalaninya. Makna hidup sesungguhnya sudah tergambar dengan jelas dalam keseharian kita, seperti kisah indah hidup kita, kisah sedih hidup kita, pengalaman hidup kita, aktifitas kita sehari-hari.

Banyak sekali orang yang merasa hidupnya hampa, kosong, dan tak bermakna dikarenakan mereka tidak bisa memaknai hidup mereka. Mereka lahir, tumbuh, besar, sekolah, bekerja, menikah, memiliki keturunan, membesarkan keturunan dan akhirnya mati tanpa tahu maksud dan arti dari hidupnya sendiri.

Sebagaimana kita memaknai hidup, demikian pula kehidupan akan memaknai kita. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena kita memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya. Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, maka hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong.

Masalah terbesar dalam hidup bukanlah masalah dimana kita berdiri, dimana kita menetap, namun masalah terbesar dalam hidup adalah kemana arah dan tujuan hidup kita tersebut. Artinya apa?, jika Kita mampu menetapkan, memahami dan memperjelas arah dan tujuan hidup kita, maka kemungkinan untuk kita bisa memaknai hidup ini akan jauh lebih besar.

Namun masalahnya kita sering terlena, kita sering lalai dalam memahami dan memaknai hidup ini. Hingga Tuhan pun membuat dua hal (shock therapy)/ peringatan bagi kita agar kita tidak lalai dan tidak terlena akan kehidupan tanpa memahami dan memaknainya.

Dua hal tersebut terpampang jelas dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu musibah dan kematian. Ya, musibah dan kematian merupakan dua shock therapy yang Tuhan buat untuk menyadarkan kita dan untuk memperingatkan kita.

Musibah, bisa dimaknai menjadi 2 hal. Antara cobaan dan siksaan. Jika musibah merupakan cobaan, sesungguhnya didalam musibah tersebut terdapat rahmat yang terselubung, anugerah yang tak disadari. Dengan musibah tersebut kita segera sadar, betapa mahalnya nikmat sehat, betapa mahalnya usia kita, betapa besar nikmat-Nya untuk kita.

Sedangkan jika itu berupa siksaan, maka celakalah kita.

Kematian, suatu kejadian yang paling banyak menyadarkan orang tentang arti sebuah kehidupan. Dalam kematian terdapat banyak pelajaran yang dapat kita petik, dapat kita ambil. Karena biasanya kematian datang secara tiba-tiba dan tanpa peringatan sebelumnya, hal ini mengajarkan bahwa kita harus selalu siap sedia menjalani proses ini. Kematian pun menyadarkan kita betapa hidup ini sangat singkat, sangat sementara dan sangat pendek.

Dalam mencoba memaknai kehidupan yang harus kita lakukan adalah menyadari siapa diri kita, dari mana kita berasal, apa yang harus kita lakukan, dan kemana kelak kita akan pergi?. Untuk itu, diperlukan sedikit waktu bagi kita untuk melakukan perenungan agar kita sedikit mengerti tentang makna hidup. Satu hal yang terpenting untuk kita pahami adalah bahwa hidup bukan hanya meraih, merangkul dan memiliki keinginan ragawi dan duniawi.

Bayangkan saja, jika dalam hidup kita hanya mengejar keinginan ragawi dan duniawi dan mengabaikan berbagai hal, seperi orang terdekat, keluarga, orang yang kita sayangi, orang tua kita, maka dapat dipastikan bahwa kenikmatan ragawi dan duniawi yang telah direngkuh dan dicicip akan hilang dalam sekejap dan tak bermakna/ kosong.

Terakhir mari kita jalani hidup dengan keseimbangan, mari kita nikmati hidup, mencapai sukses dalam kehidupan duniawi tanpa melupakan sukses setelah kita meninggalkan dunia (mati). Menikmati hidup tidak hanya dengan harta dan kekuasaan, menikmati hidup dengan hati yang tulus lebih berarti.Memaknai hidup dengan berbuat baik dan berpikir positif mengantarkan kita ke gerbang kebahagiaan dan kedamaian.(dni/cnj).

2 thoughts on “Memaknai Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s