Analogi Sapu Lidi

Sejak kita duduk di bangku sekolah dasar, kita sering mendengar peribahasa “bersatu kita teguh bercerai kta runtuh” atau istilah gotong-royong atau kerjasama. Sejak kita kecil pemahaman-pemahaman dan perilaku ini sudah dicoba diterapkan disekolah-sekolah seperti adanya kerja kelompok, membuat regu kebersihan yang tiap harinya berbeda regu dan contoh-contoh lain yang sebenarnya mengarahkan kita untuk melakukan kerjasama atau bergotong royong.

Secara tidak sadar sejak kita kecil kita sudah diajarkan untuk bekerjasama dengan siapa saja. Kita semua tahu bahwa dengan bekerjasama atau dikerjakan secara bersama-sama pekerjaan seberat apapun akan ringan terasa, masalah sebanyak apapun akan dengan mudahnya terselesaikan. Kita sering lupa bahwa dalam hidup kita sangat tergantung pada orang lain. Kita sering merasa kita yang paling hebat, kita tidak memerlukan orang lain lagi. Ini tentu salah.

Bukankah manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri dan tidak bisa hidup tanpa orang lain???. Kita ambil contoh sederhana tentang hal ini, tentang kita yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Misalkan kita mau makan.

Saya yakin tanpa adanya orang lain kita tidak akan bisa makan sekaya apa pun kita. Dalam proses makan banyak sekali proses yang harus dilewati hingga nasi tersaji di meja makan kita. Dan kita rasanya sangat tidak mungkin mengikuti/ menjadi pelaku dalam proses-proses tersebut satu-persatu.

Itu merupakan salah satu contoh sederhana dan sangat mudah kita temui dikehidupan kita sehari-hari. Ini membuktikan bahwa manusia adalah mahluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain (bantuan orang lain). Dalam konteks dunia kerja hal ini pun berlaku dan sangat relevan, kita tidak akan bisa bekerja sendiri, kita memerlukan orang lain untuk menyelesaikan semua pekerjaan kantor.

Itulah salah satu alasan kenapa perusahaan mempekerjakan banyak karyawan, sesuai dengan skala perusahaan tersebut. perusahaan dengan skala besar akan mempekerjakan banyak karyawan, sedangkan perusahaan dengan skala kecil akan mempekerjakan karyawan dalam jumlah yang kecil juga (sedikit).

Dalam dunia kerja diperlukan sinergi yang baik antar divisi, departemen, bagian atau istilah-istilah lainnya agar target dan tujuan perusahaan akan tercapai. Dapat kita bayangkan jika dalam sebuah perusahaan tidak ada sinergi antar bagian bagaimana semrawutnya pekerjaan kita.

Dan ujung-ujungnya pekerjaan kita tidak akan selesai tepat waktu atau terbengkalai. Jika kita ambil contoh yang lebih luas dan lebih besar lagi, negara adidaya seperti Amerika Serikat sekalipun tidak akan berdiri sendiri. Dia memrlukan negara-negara lain, baik negara maju maupun negara-negara berkembang untuk menyokong dan membantu pertumbuhan negara ini. Tanpa negara lain power yang dimiliki oleh Amerika bukanlah apa-apa.

Di tempat saya saat ini bekerja, kebetulan dibagi menjadi beberapa divisi/ bagian. Divisi marketing, dengan target yang selangit. Divisi supporting dengan segunung pekerjaan administrasinya.

Namun karena antar divisi ada sinergi yang baik, hingga saat ini kita belum menemukan masalah yang berat. Semua bisa diatasi dengan segera. Inilah salah satu kekuatan dari kerjasama dan komunitas, bahwa pekerjaan berat akan terasa ringan.

Namun alangkah merananya jika saja tidak ada sinergi yang baik antar divisi tersebut, Marketing bekerja sendiri-sendiri, supporting bekerja sendiri-sendiri sudah barang tentu semuanya akan ‘rusak’.

Karena sesungguhnya Marketing tidak akan bisa bekerja tanpa adanya bantuan dari team- supporting demikian pula Marketing tidak akan dapat bekerja dengan baik. Bukankah setiap orang memiliki keahlian dan kemampuannya masing-masing??? Seorang atasan tidak akan bisa bekerja dengan baik tanpa bantuan dari bawahannya, itulah kita. Manusia si mahluk sosial yang tidak akan bisa berdiri dan hidup sendiri. Sama halnya dengan sapu lidi, lidi tidak akan berfungsi baik jika hanya satu biji saja. Lidi akan berfungsi baik jika sudah ‘berkumpul’ dan diikat dalam satu ikatan. Dia baru bisa berfungsi sebagai sapu.

“Tanpa Orang Lain Kita Bukanlah Apa-Apa”. (dni/cnj).

2 thoughts on “Analogi Sapu Lidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s