Karyawan = Aset/ = Keset?

Illustrasi "Karyawan"

Karyawan, merupakan bagian dari sebuah perusahaan. Tanpa adanya karyawan saya tidak yakin bahwa sebuah perusahaan akan berjalan sebagaimana yang diinginkan. Banyak sekali sebutan untuk manusia seperti ini, ada yang bilang buruh, ada juga yang menyebutnya dengan pekerja atau pegawai.

Karyawana atau sebutan yang lain sesungguhnya merupakan penentu berjalan tidaknya sebuah perusahaan, mereka yang memutar roda perusahaan, merekalah denyut nadi sebuah perusahaan. Namun, tidak banyak perusahaan yang menyadari akan hal tersebut. Sehingga banyak diantara para pengusaha tersebut menganggap mereka sebagai ‘keset’ bukan sebagai ‘aset’.

Aset atau Keset???

Dalam beberapa bulan belakangan ini, banyak teman-teman saya baik yang satu naungan perusahaan maupun dari perusahaan lain yang mengeluh tentang perlakuan yang diberikan oleh perusahaan terhadap mereka (termasuk saya) sebagai karyawan. Saat kita merasa ketidak adilan menghampiri kita tentu kita akan geram dan akan menuntut keadilan. Saya merenungkan sebuah kalimat sederhana, yang sempat disampaikan oleh teman saya yang mengatakan ‘kita tu disini dianggap ‘keset’ bukan ‘aset’ makanya kita diperlakukan seperti ini (tidak adil)’. Sebuah kalimat yang memiliki makna dalam dan perlu ditelaah lebih dalam.

Dalam ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, yang pernah saya pelajari di bangku kuliah karyawan merupakan salah satu aset bagi perusahaan, dari itu perlu ‘dipelihara’ dan ‘dirawat’. Aset bagi sebuah perusahaan bukan hanya Mesin, Mobil, dan aset-aset lain seperti Tower, gedung,  atau yang lainnya karena sesungguhnya aset yang paling berharga bagi sebuah perusahaan adalah sumber daya manusia (karyawan).

Banyak perusahaan yang didemo, dikecam atau dirusak oleh para karyawan adalah imbas langsung dari perlakuan perusahaan terhadap karyawan yang dianggap/ dinilai tidak adil. Karyawan diperlakukan seperti kerja rodhi dengan upah/ gaji yang seadanya. Inilah salah satu yang menempatkan karyawan sebagai keset bukan sebagai aset.

Meski sudah ada peraturan, undang-undang tenaga kerja atau apa saja namanya yang mengatur tentang ketenaga kerjaan tersebut, hal ini masih tetap kerap terjadi. Dan karyawan selalu menjadi pihak yang sangat dirugikan.

Biasanya para pemilik perusahaan/ usaha yang menganggap karyawan sebagai keset mereka terlalu diktator dan arogan dalam membuat sebuah keputusan. Mereka menganggap masih banyak orang diluar sana yang mencari kerja, sehingga karyawan itu gampang dicari.

Maaf anda salah besar, anda bodoh jika anda berpikir demikian. Meski benar diluar sana banyak para pencari kerja, namun anda belum tahu kompetensi dan dedikasinya. Anda pun harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan training atau pun biaya memasang iklan lowongan kerja. Satu hal yang harus diingat bahwa bisa saja orang kecewa dengan cara anda memperlakukan mereka menjadi pesaing terberat anda dalam memenangkan persaingan.

Berhubungan dengan Loyalitas

Loyalitas seorang karyawan terhadap perusahaan jika dibuat parameter, tentunya akan berbanding lurus dengan penerimaan yang diterima oleh seorang karyawan, baik salary mauapun perlakuan lainnya. Bagaimana mungkin seorang karyawan akan loyal jika apa yang telah ia lakukan dengan sekuat tenaga tidak dihargai?

Banyak orang yang keluar atau pindah dari sebuah perusahaan keperusahaan lain, hanya karena perusahaan tersebut menawarkan sebuah penghargaan yang lebih atas prestasi yang telah dibuat oleh karyawan tersebut.

Bagi para pemilik usaha/ perusahaan perlakukanlah karyawan/ pegawai anda sebagai aset, jangan sekali-kali menganggap mereka sebagai keset. Atau perusahaan anda akan ditinggalkan oleh orang-orang yang memiliki prestasi baik.(dni/cnj).

4 thoughts on “Karyawan = Aset/ = Keset?

  1. Hantu Gondrong says:

    Karyawan=Keset,itulah kebanyakan yang terjadi di Indonesia.Karyawan selalu diperlakukan dengan sangat tidak adil.

    1. harken says:

      Aset atau Keset bagi Perusahaan untuk karyawan itu hanyalah kata-kata yang tidak akan merubah situasi dan keadaan apapun. Yang perlu diperhatikan apakan ada perubahan hidup (norma, sosial, status) anda di lingkungan selama anda menjadi karyawan ???????
      Seorang Pengusaha/usahawan sebagian besar pasti sudah melalui berbagai macam kerja sebagai karyawan yang cukup lama. dan waktu yang lama itu pasti mengalami pahit manis sebagai karyawan mengemban tugas sesuai yang kriteria yang diinginkan pengusaha.
      Maka dengan ini saya mengingatkan kembali kepada teman2 karyawan bahwa janganlah mimpi/berpikir anda ingin dihargai dan dihormati yang dilontarkan kepada mereka, karena pemikiran/mimpi ini milik mereka dulu (usahawan) yang telah mereka ubah jadi kenyataan dengan menjadi seorang pengusaha. Bagaimanapun juga kita harus jujur pada diri, karena dialah (usahawan) yang sedikit banyak, langsung dan tidak langsung dengan pikiran, pengalaman dan tangannya telah membantu meringankan ataupun mencukupi kebutuhan hidup seorang atau banyak teman2 karyawan waktu kemarin, sekarang atau pun mendatang.
      Akan lebih baik dan bijak bagi kita yang belum berkesempatan menjadi usahawan sekarang untuk bekerja sesuai tugas & waktu yang diemban kepada kita dari perusahaan dengan baik dan sesempurna mungkin agar perusahaan tetap bertahan, berkembang ataupun maju (masa bodolah sebutannya) yang penting kita selalu dapat terus bekerja selama mungkin untuk juga berkesempatan mengumpulkan ataupun menyisihkan sedikit demi sedikit uang agar kita ataupun salah satu keluarga kita (saudara kandung, anak ataupun cucu) mendapatkan kesempatan menjadi seorang usahawan seperti mereka kelak. Amien. dan…. jadi deh kenyataan mimpi/pikiran kita untuk dihargai dan dihormati sama halayak ramai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s