Sikap Kita Mengahadapi Kritik

Setelah sebelumnya saya menulis tentang etika mengkritik orang lain, saya pun berpikir bagaimana jika kita berada pada posisi orang yang dikritik tersebut. Lalu bagaimana sikap kita menghadapi kritik tersebut??? Sebenarnya banyak choise/ pilihan yang dapat kita lakukan untuk menanggapi kritikan tersebut yang intinya menolak atau menerima ataupun mempertimbangkannya. Semua pilihan tersebut ada di tangan kita sebagai penerima kritik tersebut.

Kita tentu mengerti bahwa tujuan dari orang mengeluarkan kritik adalah untuk membuat atau mendorong kita untuk menjadi lebih baik lagi (meski pun tak sedikit yang menjatuhkan kita dan berharap kita akan terjungkal). Sesungguhnya kritik sangatlah diperlukan, kalau dalam politik seorang yang mengkritik/ mengkritisi disebut oposisi, sedangkan dalam kehidupan kita kita sebut saja kri-tikus (bagi mereka yang mengeluarkan kritik yang menjatuhkan bukan membangun).

Kita juga harus realistis bahwa sebuah kritik adalah sebuah kebutuhan, suplemen bagi kemajuan kita. Karena sesungguhnya tidak ada manusia yang sempurna, sehingga dengan adanya kritik paling tidak kita bisa ‘menambal’ kekurangan-kekurangan tersebut.

Beberapa cara yang dapat kita lakukan dalam menghadapi atau menanggapi kritik sebagai berikut:

  1. Diam sediam-diamnya, artinya dalam menerima kritik kita hanya diam, tidak merespon dan tidak melakukan apapun setelah kritik tersebut berlalu dari telinga kita.  “Anggap saja sebagai angin lalu”.
  2. Diam dengan gerakan, artinya ketika kita dikritik kita hanya diam saja tidak menyahut atau membantah atau apapun. Namun ketika kritikan tersebut selesai kita perdengarkan kita melakukan apa-apa yang disampaikan oleh si kritikus tersebut.
  3. Bertahan, untuk tipe yang ini kita tidak diam dan tidak akan pernah melakukan apa-apa yang disampaikan oleh sang kritikus. Kita melakukan penyangkalan dan melakukan perlawanan dengan argument-argument kita.
  4. Serangan balik, artinya kita mementah kembali apa yang disampaikan oleh sang kritikus dengan membukakan semua kejelekan dan ketidakbecusannya.
  5. Diskusi.
  6. Ucapkan Terima Kasih.

Menurut saya enam langkah diatas merupakan cara terbaik untuk menghadapi atau menanggapi sebuah kritik, tentunya kita harus melihat motif dan tujuan dari kritik yang disampaikan, sehingga kita bisa mengambil keputusan sikap yang mana yang hendak kita gunakan. (dni/cnj).

2 thoughts on “Sikap Kita Mengahadapi Kritik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s