Dalam beberapa minggu belakangan ini, hujan yang lebat terus mengguyur sebagian besar kota/ tempat di daerah Jawa Barat, termasuk Desa kami, Desa Mandalamekar. Hujan yang terus mengguyur dengan intensitas yang sangat lebat membuat para petani senang  karena mereka bisa menggarap kembali sawah-sawah mereka. Disisi lain bagi mereka yang memiliki mobilitas keluar cukup tinggi hal ini sangat menyulitkan, karena dengan makin lebatnya hujan  maka jalan yang sudah rusak dan tidak layak pakai menjadi lebih rusak lagi dan licin.

Selain jalan menjadi licin, yang cukup memprihatinkan adalah bertambahnya kubangan-kubangan air yang ada ditengah-tengah jalan. Sehingga angkutan satu-satunya menuju Desa Mandalamekar (Elf) banyak yang mogok dan tidak mampu melanjutkan perjalanan untuk

Kondisi jalan yang terjal dan rusak serta licin membuat para sopir Elf tersebut malas melanjutkan perjalanan, karena selain menguras banyak bahan bakar juga dapat merusak mobil itu sendiri. Kalau pun ada yang memaksakan untuk melanjutkan perjalanan mereka menghadapi banyak rintangan selain menghadapi medan yang berat juga risiko “ngosod” sudah menjadi konsekwensi logis.

Jika sarana transportasi seperti Elf sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan, satu-satunya moda transportasi yang tersedia adalah ojek. Karena hanya kendaraan roda dua yang bisa melewati medan yang berat tersebut, itu pun harus dengan hati-hati dan ongkos yang lumayan tinggi.

Pengerjaan Jalan Baru Terus Dilanjutkan

Menyikapi semakin beratnya medan (jalan) menuju Desa Mandalamekar, warga desa terus berusaha mempercepat penyelesaian jalan alternatif baru menuju Desa. Dalam pengerjaan proyek jalan ini yang menjadi menarik adalah dilibatkannya ibu-ibu dalam pembangunan/ pengerjaannya. Ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini mengaku senang karena bisa berpartisipasi, selain untuk bersosialisasi dan menambah keakraban antar warga juga karena memang jalan yang dikerjakan ini masih untuk kita juga.

Menurut Mang Dedi  sebagai Koordinator, Partisipasi ibu-ibu ini berkat adanya komunikasi yang terjalin dengan baik antar warga, sehingga setiap ada kegiatan para ibu selalu dilibatkan didalamnya. Salah satu pemersatu yang mempererat komunikasi tersebut adalah adanya radio komunitas di Desa Mandalamekar (Ruyuk FM). Ruyuk FM selain sarana untuk berkomunikasi dan hiburan bagi para warga, station radio ini juga digunakan untuk mensosialisasikan program-program pembangunan yang ada di Desa Mandalamekar.

Sehingga ketika ada acara/ kegiatan seperti pembangunan dan kerja bakti warga bisa berpartisipasi dengan aktif.(dni/cnj)

Advertisements