Musim Hujan Telah Tiba, saatnya bagi para petani untuk kembali menggarap sawah mereka. Demikian pula Di Kampung Cinunjang, penduduk kampung yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani bersuka cita menyambut musim hujan kali ini.

Mandalamekar
Mang Dudu Sedang Membajak Sawah

Saat ini sebagian besar petani di kampung Cinunjang sudah mulai menggarap kembali sawah mereka setelah selesai memanen.  Menurut Mang Dudu hujan kali ini benar-benar membawa berkah baginya, karena baru beberapa minggu yang lalu beliau memanen hasil sawahnya, dan sekarang beliau sudah kembali bisa menggarap

Mandalamekar
Mang Anas 'Macul'

Pada minggu ini proses penggarapan sawah sudah memasuki tahap “Ngagaru” (membajak, penulis) dan diharapkan pada beberapa hari kedepan sudah bisa dilakukan proses “Ngabebecek” (meratakan hasil membajak, penulis) dan “Tandur” (menanam padi, penulis). Penggarapan sawah pada musim hujan kali ini hampir serempak dilakukan diseluruh pesawahan, dengan demikian diharapkan kegagalan karena hama seperti wereng dan tikus dan burung bisa diminimalisir.

Air Yang Melimpah

Air merupakan sebuah kebutuhan utama dalam bertani dilahan yang basah seperti sawah, hal ini sangat disadari oleh semua lapisan masyarakat Cinunjang. Hal itulah yang ikut mendorong partisipasi masyarakat dalam ikut menyukseskan program penghijauan (reboisasi) yang digagas oleh anggota paguyuban Mitra Alam Munggaran. Sehingga air untuk pertanian dan air untuk kebutuhan sehari-hari bisa tetap melimpah meskipun musim hujan telah lewat.

Beberapa waktu yang lalu sebelum program penghijauan disosialisasikan, setiap musim hujan turun kabar yang sering terdengar adalah tentang “Debrah”-nya (jebol, penulis) kolam atau sawah warga akibat debit air yang besar dan tanah yang labil.

Namun, Alhamdulillah sejak program reboisasi/ penghijauan digalakan kejadian seperti itu tak lagi terdengar. Karena air tidak seluruhnya tumpah kesungai, namun diserap oleh tanaman.(dni/cnj)

Advertisements