Dalam setiap peringatan Hari HIV AIDS baik tingkat nasional maupun tingkat dunia, satu piranti yang selalu jadi bahan pergunjingan dan sasaran untuk menyerang kampanye anti HIV AIDS adalah kondom. Konon kata beberapa kalangan kondom dapat mengurangi risiko tertular penyakit mematikan ini, namun bagi beberapa kalangan yang lain kondom merupakan biang kerok dari semuanya. karena dianggap merupakan pintu gerbang yang menghalalkan perzinahan.

Oke, saya tidak mau membahas tentang pedebatan atau argument-argument tersebut. saya merasa tertarik dengan tulisan di Kompas.com yang mengupas tentang beberapa mitos tentang kondom ini,

Banyak mitos tentang kondom yang membuat orang ragu menggunakannya. Agar tak salah kaprah, ketahui fakta dan dapatkan manfaatnya.

Mitos: Tetap bisa hamil meski menggunakan kondom

Fakta: Penggunaan kondom sebenarnya lebih untuk mengurangi risiko terjadinya kehamilan.

Jadi, risiko tetap ada meski presentasenya kecil, terutama jika kondom pecah atau bocor.

Mitos: Kondom mengurangi kenikmatan seksual.

Fakta: Kondom pada masa kini sudah mengalami banyak perubahan dan perbaikan.

Kondom terbuat dari material yang tipis, elastis, dan awet sehingga sama sekali tidak mengurangi tingkat sensitivitas kulit. Kondom juga tersedia dalam berbagai pilihan warna dan rasa yang dapat membuat permainan cinta Anda dan pasangan jadi lebih menyenangkan. Jadi, tak perlu khawatir.

Mitos: Kondom menimbulkan alergi.

Fakta: Kebanyakan kondom terbuat dari lateks.

Namun, hanya 1-3 persen orang yang alergi terhadap bahan ini. Toh ada pula kondom yang terbuat dari nonlateks. Orang yang alergi terhadap lateks bisa memilih kondom berbahan baku polyurethane. Mana lebih baik? Tenang, kedua jenis kondom ini terbukti sama efektifnya.

Mitos: Kondom lebih baik digunakan bersama krim, pelumas, dan gel. Fakta: Sebaiknya Anda tidak mempercayai mitos ini. Pasalnya, gel dan krim tertentu, termasuk baby oil dan hand body, justru dapat menyebabkan rasa gatal, terbakar, ataupun reaksi alergi lain. Zat-zat di dalam gel dan krim tersebut juga dapat merusak kondom.

Bahkan, krim dan pelumas mengandung minyak yang dapat menciptakan lubang pada lateks dengan sangat cepat. Jika ingin tetap menggunakan pelumas, pastikan Anda mengenakan kondom yang terbuat dari bahan polyurethane karena aman digunakan bersama minyak dan pelumas berbahan dasar air.

Mitos: Memasang kondom “meredupkan” ereksi pasangan

Fakta: Mitos ini memang berlaku pada sejumlah orang.

Namun, kebanyakan lelaki tetap bisa mempertahankan ereksi selama 15 detik saat kondom menyentuh Mr P mereka. Namun, bagi Anda yang memiliki pasangan bermasalah dengan kondom, ada banyak cara untuk tidak “membunuh” reaksinya.

Pertama, buka dulu kemasan kondom sebelum acara bercinta dimulai. Lalu, tempatkan kondom di samping tempat tidur sebelum pasangan melakukan penetrasi. Sebaiknya Andalah yang memasangkan kondom karena sentuhan Anda yang akan membuat Mr P tetap berdiri seperti yang diinginkan.

Sumber : www.kompas.com

Advertisements