Kapan Kamu Nikah???

Kapan kamu nikah??? pertanyaan yang sering mampir ketelinga saya beberapa waktu belakangan ini, saya rasa pertanyaan itu akan mampir ke setiap telinga orang yang sudah dianggap dewasa (akil baligh). Saya tidak tahu apakah pertanyaan ini sebuah sentilan untuk segera mengakhiri masa lajang atau hanya gurauan semata. Hmmm,saya merasa tertarik untuk menulis sedikit tentang hal ini.

Nikah

Sebuah fase atau bagian dari perjalanan seorang anak-cucu Adam yang harus dilalui (kecuali bagi mereka yang memutuskan untuk hidup melajang). Nikah menurut saya adalah menyatukan/ penyatuan dua individu berbeda jenis dalam satu ikatan suci, sehingga suatu yang haram menjadi halal karenanya.

Dalam pernikahan tentu saja bukan hanya menyatukan dua individu, namun juga menyatukan dua keluarga besar. Itulah kenapa sebelum pernikahan dianjurkan ada masa-masa perkenalan (kata sebagian ulama, perkenalan disini bukan berarti pacaran), terserahlah! Saya tidak dalam

Untuk menyongsong fase pernikahan ini tentu saja kita tidak bisa begitu saja melangkah tanpa ada persiapan yang matang. Baik dari mental maupun material ini penting karena tanpa kesiapan yang matang, semua rencana indah itu tentu akan musnah. Persiapan mental diperlukan karena setelah terikat dalam sebauh ikatan dan janji suci kita akan dihadapkan pada banyak problem yang tidak gampang. Itulah kenapa kesiapan mental diperlukan untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.

Siap secara materi jelas sekali penting, kenapa??? Yang ini saya tidak perlu menjawab dengan bertele-tele karena materi merupakan salah satu kunci pokok dalam setiap rumah tangga. Meski benar ada peribahasa sunda yang menyatakan “rizki mah bakal nuturkeun (rejeki bakal ngikutin)” namun kita pun harus realistis bahwa dalam hidup semua ada syariat baru hakikat. Inilah kuncinya!

Saya punya contoh cerita yang saya jadikan pelajaran penting, beberapa bulan yang lalu menjelang bulan Ramadlan tetangga saya Mr. G, mengamuk meminta dinikahkan dengan sang pujaan hati, setelah lama berdebat dengan orang tuanya pernikahan pun dilangsungkan dalam kesederhanaan. Selang beberapa hari, saya bertemu dengan sang mempelai dan saya tanya “enak g sich nikah itu?” ia pun menjawab dengan tegas “enak, ga nyesel cepet-cepet nikah”. Hmmmm, syukurlah kalo memang dia sudah bisa merasakan nikmatnya menikah.

Setelah beberapa bulan pernikahannya saya kembali berbincang dengannya, pertanyaan tadi saya tanyakan kembali kepadanya “enak ga sich nikah itu?”. Jawabannya sungguh jauh berbeda dengan jawaban beberapa setelah ia menikah, kali ini jawabannya “nyesel aku nikah cepet-cepet, ternyata aku belum siap nikah”.

Menurut saya jawaban yang paling benar adalah jawaban yang kedua, kenapa??? karena jawaban pertama merupakan jawaban yang manis jawaban yang diberikan saat masa-masa indah memadu kasih dan belum berhadapan dengan realita pernikahan yang sesungguhnya. Yang perlu diingat adalah bahwa pernikahan bukan hanya untuk 1-2 hari atau 1-2 minggu saja, tapi pernikahan sesungguhnya untuk seumur hidup. Dalam 1-2 hari atau 1-2 minggu pernikahan kita masih bisa menikmati masa-masa indah, orang tua masih memanjakan kita. Lalu hari-hari selanjutnya bagaimana???

Kenapa Harus Menikah

Menikah dalam agama yang saya peluk memiliki beberapa hukum ada yang wajib, ada yang sunah, ada yang makruh bahkan ada yang haram. Semua tergantung dari kemampuan, kesanggupan dan niat atas pernikahan tersebut. saya tidak akan membahasnya. Satu hal yang pasti bahwa pernikahan sesungguhnya ada untuk membuat hidup kita lebih tentram, lebih bahagia, lebih terarah dan terurus serta melanjutkan keturunan.

Persiapan Menuju Pernikahan

Jika kita membahas bagian ini rasanya tidak akan cukup waktu sempit yang saya miliki untuk membahasnya, namun saya coba membahasnya dengan sesederhana mungkin. banyak pasangan yang gugup, gusar, panik, dan stress menjelang pernikahan. Ini wajar karena mereka akan melangkah kesebuah jenjang yang selevel lebih maju dan lebih tinggi, dari itu banyak pasangan yang mempersiapkannya jauh-jauh hari sebelum hari H. Ada beberapa hal yang menurut saya harus dan wajib dipersiapkan menjelang pernikahan.

  1. Kesiapan mental
  2. Kesiapan modal (material)
  3. Kesiapan ilmu tentang pernikahan

Rasanya tiga persiapan ini sudah cukup dan mencakup semua hal dalam sebuah pernikahan. Lalu kapan kita akan menikah??? Keputusan apa yang membuat kita memutuskan untuk menikah???

Dalam tulisan saya yang lalu, saya pernah membahas tentang tingginya angka perceraian di kota Bandung, nah salah satu pemicu hal tersebut adalah banyaknya pernikahan yang dipaksakan, pernikahan dini dan pernikahan karena “kecelakaan”. Dari sini saya dapat mengambil banyak sekali pelajaran berharga, bahwa:

  1. Pernikahan itu harus merupakan keputusan sendiri (berdua dengan pasangan) yang pure, tanpa ada paksaan, tekanan atau pun motif negatif lainnya. Keputusan yang diambil setelah mempertimbangkan banyak hal, seperti kesiapan mental, modal dan ilmu tentang pernikahan. Menikah tidak boleh dilakukan hanya karena tuntutan umur, takut jadi pergunjingan orang atau hal lainnya.
  2. Pernikahan bukanlah permainan, bukan untuk sesaat. Sehingga ketika memutuskan untuk melakukannya, siapkan semuanya sematang mungkin. jangan sampai ada penyesalan dikemudian hari, atau buruknya terjadi perceraian. Perceraian merupakan sesuatu yang halal namun paling dibenci oleh Tuhan (Allah Swt). Jangan sampai menjadikan perceraian sebuah solusi dari permasalahan dalam perkawinan.

Jika kita sudah menyadari akan hal-hal tersebut, Insya Allah sebuah ikatan pernikahan akan erat, sebuah rumah tangga akan kokoh tegak berdiri meski terpaan terus datang silih berganti.

Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang sedang mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan, dan semoga menjadi tambahan referensi bagi mereka yang sudah menjalani pernikahan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s