Hari ini 01 Desember 2009 merupakan peringatan Hari HIV AIDS sedunia. Dan yang menjadi topik hangat di media adalah banyaknya demo mencegah kondomisasi. Demo mengecam program/ kampanye penggunaan Kondom untuk meminimalisir atau bahkan mencegah penularan HIV/ AIDS bukan kali ini saja terjadi namun hampir tiap tahun demo menentang kampanye ini terus digelar.

Bagi para pengunjuk rasa kondom bukan merupakan solusi dalam pencegahan menyebarnya HIV/ AIDS, karena menurut mereka yang menjadi titik kuncinya adalah perilaku seks bebas/ hubungan seks diluar nikah yang tidak tuntas. Banyak kalangan menganggap bahwa kampanye kondomisasi merupakan kampanye ‘pembolehan’ seks bebas, yang bertentangan dengan ajaran agama. Sesungguhnya, kampanye ini bukan merupakan sebuah kampanye ‘pembolehan’/ ‘penglegalan’ seks bebas, namun merupakan upaya preventif dalam

Menurut data yang saya ambil dari kompas.com Indonesia hingga Juni 2009, secara kumulatif tercata 17.699 kasus AIDS atau delapan kali lipat dari angka tercatat pada tahun 2007, yaitu 2.947 kasus. Pertumbuhan yang luar biasa dan fantastis. Banyak program yang digalakan pemerintah untuk mencegah terus berkembangnya HIV/ AIDS di tanah air seperti, kondomisasi, substitusi metadon, pembagian jarum suntik steril serta hidup bersama ODHA. Banyak kalangan menilai program ini belumlah efektif untuk mencegah penularan dan menyebarnya penyakit ini.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terus membengkaknya angka pengidap penyakit ini??? jika kondom dan hal-hal lain dianggap tidak mampu menjadi solusi???. Jawabannya hanya ada satu yaitu hindari dan jangan lakukan hal-hal yang dapat mengundang datangnya penyakit tersebut, seperti seks bebas, narkoba dan hal-hal lain yang mungkin bisa menjadi pintu masuknya penyakit ini.

Selain itu bagi orang tua, tak ada salahnya dan sudah menjadi kewajibannya untuk selalu membimbing anak-anaknya dengan pengetahuan yang baik tentang hal-hal tersebut, memberikan ilmu dan tuntunan agama, membuka komunikasi yang terbuka dengan anak. Karena lagi-lagi peran keluarga menjadi sangat sentral dalam mencegah dan menanggulangi banyak hal.

Advertisements