Soulmate, kata yang sering diucapkan oleh anak-anak muda sekarang (termasuk saya) untuk mengatakan bahhwa dia adalah bagian dari kita. soulmate jika kita translate ke dalam bahasa kebanggaan kita adalah belahan jiwa. Ya belahan jiwa, separuh dari jiwa kita ada padanya, separuh hati kita bertaut padanya. Istilah belahan jiwa sesungguhnya sangat erat kainnya dengan cinta.

Banyak orang  yang pesimis dengan belahan belahan jiwanya, apakah benar-benar ada atau hanya khayalan indah semata??? Meski saya tidak dapat memastikan (karena hanya Tuhan yang tahu) saya bisa mengatakan bahwa semua orang memiliki belahan jiwanya masing-masing. Bukankah semua mahluk diciptakan berpasang-pasangan???

Hanya yang jadi masalah adalah tentang kemauan kita menemukan belahan jiwa kita. kemalasan kita untuk menjemputnya, ketakutan kita akan kegagalan yang belum tentu. Segera sadar, bangunlah! Kejar belahan jiwamu!.

Dimana belahan jiwaku???

Seperti yang saya katakan diatas bahwa semua mahluk diciptakan berpasang-pasangan, dan kemalasan kitalah yang menghambat kita menemukan soulmate kita. kita sering terjebak dalam sebuah angan tentang kesempurnaan, pasangan ideal, cowok/ cewek idaman. Hmmm, memang tidak salah kita berharap akan mendapatkan permata, namun akan lebih bijak kita intospeksi diri, menengok ke dalam diri kita. dengan demikian kita akan jauh lebih mudah menemukan pasangan jiwa/ belahan jiwa kita.

Belahan jiwa kita, belum tentu seorang yang sempurna, seorang yang kita idam-idamkan. Ingat belahan jiwa kita sudah Tuhan tentukan, belahan jiwa sesungguhnya adalah seseorang yang mampu mengisi kekosongan kita. belahan jiwa adalah orang yang membuat kita nyaman berada didekatnya. Menemukan belahan jiwa memang tidaklah sulit, tidak pula terlalu gampang yang terpenting adalah usaha kita untuk menemukan belahan jiwa kita. bisa saja belahan jiwa itu ternyata sahabat kita, teman kerja kita atau bahkan teman kecil kita, kita tidak akn pernah tahu sampai kita menemukannya sendiri.

Yang pasti belahan jiwa atau soulmate akan mencintai kita apa adanya, tidak pernah mendikte dan tidak menuntut kita untuk menjadi apapun bahkan siapapun dan tulus. Dia mampu memberi kesejukan, dan energi positif disamping itu kita akan merasa tersambut “nyambung” dalam setiap hal.

Beberapa indikator

Dalam setiap hal tentu kita memiliki tolok ukur dan kriteria sebagai bahan untuk pertimbangan dan rujukan kita, begitu pun dalam menilai soulmate kita. saya mencoba mengurai indikator/ kriteria dari seorang yang dikatakan belahan jiwa:

  1. Belahan jiwa tidak akan pernah meminta kita menjadi siapa pun, dia hanya meminta kita menjadi diri kita (be yourself).
  2. Belahan jiwa akan mampu membuat kita jujur terhadap diri kita sendiri dan pada soulmate kita.
  3. Belahan jiwa mencintai kita dengan tulus, tanpa embel-embel dan motif atau motivasi lain selain dari cinta itu sendiri.
  4. Belahan jiwa akan mengisi kekosongan kita, memebri kesejukan dan energi positif.
  5. Belahan jiwa membuat kita nyaman berada dekatnya, dan merindukannya saat jauh.
  6. Berbagi dengan tulus.
  7. Soulmate mampu membuat kita merasa dihargai, dan dekat. Dekat disini bukan hanya dekat secara fisik semata tapi emosional juga, bahkan lebih dari itu.
  8. Soulmate mampu membuat “One spirit One Soul”.

Indikator ini memang bukan hal mutlak, namun mungkin ini hanya sebuah teori saja. Teori yang pasti kita rasakan jika kita sudah menemukan soulmate kita. mudah-mudah kita secepatnya ditemukan dengan soulmate/ belahan jiwa kita.

Advertisements