Ayah Teladan

Dalam perjalanan hidup anak Adam (Manusia) tentu akan menjalani yang namanya berumah tangga, kecuali bagi mereka yang memutuskan untuk tidak menikah apalagi berumah tangga. Salah satu tujuan dari sebuah pernikahan adalah mendapatkan momongan/ keturunan. Bagi seorang laki-laki/ pria setelah kelahiran sang anak yang dinanti tentunya statusnya berubah tidak lagi hanya menjadi kepala keluarga namun juga mendapatkan gelar baru yaitu “Ayah”.

Menjadi seorang ayah dan mendapatkan gelar tentu saja bukan sebuah pekerjaan atau gelar yang terlalu ringan untuk dipikul, didalam gelar tersebut terdapat tanggung jawab yang amat besar dan teramat berat. Seorang ayah yang baik biasanya akan mendapat gelar tambahan yaitu “ayah teladan”.

Ayah teladan, ya ayah teladan merupakan impian semua suami. Dalam pandangan saya secara pribadi ayah teladan adalah seorang ayah yang mampu memberikan rasa nyaman bagi istrinya baik sebelum mau pun setelah melahirkan. Ayah teladan adalah ayah yang mampu menyeimbangkan antara hak dan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.

Jika dulu ada anggapan bahwa mengasuh bayi, mencuci popok, membuatkan susu buat bayi merupakan tanggung jawab dan kewajiban sang istri saat ini anggapan itu sudah bukan zamannya lagi. Seorang ayah ada baik terlibat langsung dalam mengasuh bayinya. Karena sesungguhnya mengasuh, merawat, dan membesarkan bayi merupakan tanggung jawab bersama suami istri yang sudah menjadi satu team dalam sebuah rumah tangga.

Banyak artikel yang saya baca menuliskan bahwa peran serta aktif seorang ayah dalam membesarkan, merawat dan mengasuh bayinya membawa banyak dampak positif. Sentuhan dan interaksi lansung antara sang ayah dengan sang bayi dalam akan menciptakan sebuah hubungan yang bersinergi dan ikatan bathin yang kuat.

Secara teori memaang sangat gampang untuk berbicara atau menulis tentang apapun termasuk menjadi ayah teladan, namun sesungguhnya tidak segampang itu bagi kita untuk menjadi ayah teladan bagi keluarga kita. Terlebih bagi ayah muda atau ayah baru, pengalaman pertama yang sangat berharga dan bisa membuat stress. Tak tahu harus berbuat apa, tak tahu bagaimana cara mengganti popok bayi,dan seabreg masalah yang berkaitan dengan hal hal terkait.

Nah, dengan kompleksnya masalah ini. Saya sebagai seorang yang sama-sama belum pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah mencoba membuat uraian atau tips atau saran atau contekan yang mungkin bisa kita lakukan nanti jika kita sudah menjadi kepala rumah tangga, (Amin).

Sebelum Bayi Lahir

Ada banyak hal yang bisa lakukan untuk menyambut kelahiran sang buah hati, seperti menyiapkan “tektek bengek” untuk kelahiran dan persiapan mental tentunya. Satu hal yang tak kalah penting adalah mempersiapkan diri untuk ikut terjun langsung dalam mengasuh, merawat, dan membesarkan bayi kita kelak.

Belajar! Ya kita harus belajar dengan benar bagaimana cara merawat bayi, memandikannya, mengganti popoknya, menggendong, mengangkatnya, memijatnya dan hal-hal lain yang bersangkutan dengan cara mengurus dan mengasuh bayi. Jika anda atau kita memiliki dana dan waktu yang lebih tak ada salahnya mengambil kursus cara mengasuh dan merawat bayi yang sudah banyak diselenggarakan oleh banyak rumah sakit dan yayasan.

Kaloupun kita memiliki keterbatasan dalam hal ini (waktu dan dana) tak ada salahnya kita bertanya kepada yang sudah lebih senior seperti bertanya ke Ibu, Ua, Bibi atau siapa saja yang sudah memiliki pengalaman.

Selain belajar untuk merawat dan mengasuh bayi utuk menjadi ayah teladan kita juga harus bisa menjadi ayah/ suami yang SIAGA (Siap, Antar, dan Jaga) artinya kita harus Siap secara lahir dan bathin (siap biaya, siap fisik, siap mental), siap mengantar istri kita kapan pun ia membutuhkan bantuan kita baik untuk check-up terlebih untuk melahirkan, siap menjaga dan memberi dorongan serta kekuatan dengan selalu berada disampingnya saat diperlukan terlebih pada saat persalinan berlangsung.

Sesudah Bayi Lahir

Setelah sang bayi lahir, peran kita sebagai ayah baru benar-benar dimulai. Kita harus benar-benar siap dengan semua konsekwensinya, terbangun ditengah malam karena tangisan bayi, membantu pekerjaan istri dan lain-lain. ada beberapa saran atau tips atau juga langkah-langkah yang bisa kita ambil setelah sang bayi dilahirkan.

  1. Jadilah positif, ibu yang baru saja melahirkan biasanya bersifat sensitif karena baru saja merasakan sakit yang teramat selama berjam-jam dan keletihan, disamping itu ia juga harus memberikan ASI Ekslusif  ke bayinya, Sedangkan lancar tidaknya ASI sanget tergantung dari kecukupan gizi, istirahat, dan kenyamanan, kenyamanan yang dimaksud disini adalah ketenangan dan rasa rileks., Setelah istri anda melahirkan biasanya akan sangat sensitif, kesensitifan ini dikarenakan rasa cape yang ada setelah berjuang melahirkan bayinya bercampur dengan rasa sakit pasca melahirkan, disinilah peran suami untuk menenangkan dan menguatkan hati sang istrinya. Hal ini penting karena setelah melahirkan tugas istri selanjutnya adalah memberikan ASI pada bayi.
  2. Membantu mengurus bayi, Sebagaimana yang saya tulis di atas tadi tentang sosok seorang ayah teladan yang ikut mengasuh, merawat dan membesarkan bayinya. Tak perlu ragu-ragu, membantu istri anda dalam mengurus bayi merupakan pekerjaan mulia, dan istri anda pun akan sangat terbantu karenanya.
  3. Memanjakan istri, Setelah istri anda melahirkan, bagi anda yang istrinya melahirkan secara normal (tidak melalui operasi caesar) tentunya anda harus berpuasa dari berhubungan intim dengan istri anda dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun itu bukanlah sebuah halangan bagi anda untuk memanjakan istri anda, pelukan dan ciuman hangat  merupakan hal yang cukup bisa memanjakan istri anda (kata orang).
  4. Memanfaatkan keberadaan anggota keluarga yang lain, Moment kelahiran si buah hati tentu saja sangat dinantikan oleh seluruh anggota keluarga bukan hanya keluarga inti, namun juga oleh anggota keluarga yang lain terlebih ibu dan bapak kita. Dan yang hampir sudah pasti adalah kehadiran mereka, ini dapat kita manfaatkan untuk sedikit membantu mengurangi kecapean kita.
  5. Pembagian shift malam, Bayi biasanya akan sering menangis meminta susu dimalam hari, atau ngompol dan buang kotoran. Untuk mengantisipasinya ada baiknya jika kita membagi shift untuk ganti popok supaya tidak ada yang merasa terlalu capek sehingga tidak mengganggu aktifitas esok siangnya.
  6. Berbagi pengalaman dengan ayah-ayah yang lebih senior, ini cukup penting karena katanya guru terbaik adalah pengalaman dan ayah-ayah senior biasanya memiliki pengalaman yang lebih mumpuni. Jangan malu untuk bertanya pada mereka.
  7. Sibukan bayi anda, menyibukan bayi disini yang saya maksud adalah memberikan mainan yang bisa membuat bayi teralih dari gendongan ibu. Karena tentu tidak baik bayi terus-terusan berada digendongan ibu. Selain ibu akan kecapean juga untuk membantu sensitivitas dan motorik sang bayi.
  8. Membantu pekerjaan rumah, Adalah tugas istri sehari-hari untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, memasak, dst. Namun pada saat istri baru saja melahirkan, otomatis semua tugas yang biasa dikerjakannya, mustahil untuk dilakukan. Di sini suami berperan penting untuk menggantikan tugas istri mengerjakan pekerjaan rumah.
  9. Be happy, berbahagialah dengan kelahiran bayi anda. Syukuri anugerahnya, jangan mengeluh. Karena kenikmatan memiliki buah hati tak tergantikan oleh sesuatu apapun juga.

Semoga, kita semua bisa menjadi ayah yang teladan, ayah yang baik dan ayah yang sayang keluarganya. Amin Ya Allah Ya Rabbal’alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s