Bank Century

bank-centuryBank Century (Bank Mutiara, sekarang) merupakan Bank yang paling banyak dibicarakan pada beberapa bulan terakhir ini. Bukan karena prestasinya yang gemilang, bukan pula karena hal-hal yang positif lainnya. Bank Century banyak dibicarakan karena adanya pengucuran dana untuk penyelamatan Bank ini. Kasus ini terus ramai dibicarakan meskipun kita tahu bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan proses pengucuran dana terhadap Bank Century ini sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

Lalu kenapa kasusnya bisa seheboh ini jika memang benar pengucuran dana penyelamatan Bank Century ini sudah sesuai dengan peraturan, tentu ada sesuatu yang ganjil dan tidak wajar sehingga begitu banyak kalangan menaruh perhatian cukup besar pada kasus ini.

Kasus ini berubah menjadi begitu besar ketika Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengucurkan dana segar dengan jumlah yang sangat fantastis untuk menyelamatkan Bank yang hanya memiliki nasabah sekitar 60 ribu nasabah saja. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung yaitu sebesar Rp. 6,7 trilliun. Tentu saja pengucuran dana segar penyelamatan ini atas rekomendasi Pemerintah dan Bank Indonesia. Dari berita yang tersiar dihampir semua media dana yang disetujui oleh DPR hanya sebesar Rp. 1,3 trilliun saja. Tentu saja ini sangat ganjil.

Dan keganjilan inilah yang kemudian membuat KPK turun tangan untuk menyelidiki kemungkinan penyalahgunaan/ penyelewengan dana tersebut, dengan meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk meng-audit investigasi terhadap bank ini. Disamping KPK, badan lain yang meminta audit adalah DPR, DPR meminta agar BPK meng-audit proses bailout.

Landasan Pengucuran Dana Talangan

Argumen yang sangat sering kita dengar saat berbicara tentang pencairan dana penyelamatan Bank Century adalah “semua sudah sesuai dengan peraturan”. Peraturan yang dijadikan landasan oleh para pencair dana talangan tersebut adalah Peraturan Pemerintah Penggantu Undang-Undang (PERPPU)Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK). Padahal jelas-jelas Perppu ini sudah ditolak oleh anggota Dewan terhormat. Selain Perppu tersebut landasan yang dipakai adalah UU LPS dan atas perintah Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Motivasi Pengucuran Dana Talangan

LPS, BI dan pemerintah beralasan bahwa pengucuran dana tersebut berasal adri kekayaan LPS dan tidak mengambil dari kas atau pun kekayaan negara. Argumen apa pun yang dikeluarkan tentu saja semua berhak untuk melakukannya, namun apa yang membuat begitu bersemangatnya pemerintah, BI dan LPS untuk mengucurkan dana sebesar itu? Banyak spekulasi yang beredar di masyarakat, seperti adanya spekulasi pengucuran dana tersebut untuk menyelamatkan dana nasabah tertentu.

Isu yang paling kencang berhembus adalah isu adanya keterkaitan dan campur tangan seorang petinggi Polri yang kemudian memicu terjadinya konflik yang berkepanjangan antara Polri dengan KPK, dan memunculkan istilah yang unik dan menarik yaitu Cicak versus Buaya.

Yang menggelitik saya adalah kenapa bank kecil sekelas Century yang pemiliknya juga terlibat kasus penggelapan uang nasabah kenapa harus dibantu dengan jumlah uang yang begitu fantastis? Saat ini sedang bergulir tentang penggunaan hak angket DPR untuk kasus ini, kita semua berharap dengan digunakannya hak angket tersebut semua tabir gelap pengungkapan kasus ini akan segera terbuka dengan jelas dan transparan.

3 thoughts on “Bank Century

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s