Rekomendasi Team 8

Publik dalam beberapa hari setelah team 8 (Tim Pencari Fakta) dibentuk sangat menantikan apa yang dihasilkan dari penelitian yang dilakukan oleh tim ini setelah memanggil, menanyakan, mewawancarai, dan mencari fakta-fakta yuridis tentang kasus yang sedang bergulir yaitu kasus perselisihan antar institusi Polri, Kejaksaan dan KPK (Bibit, Chandra versus Polri dan Kejaksaan).

Temuan dari team 8/ TPF diharapakan dapat memberikan angin segar dalam penegakan hukum dan penyelesaian kasus ini yang memang sepertinya sangat rumit dan banyak sekali aktor-aktor yang terkait didalamnya. Akhirnya, yang dinanti pun keluar juga. Ketua team 8 Adnan Buyung Nasution akhirnya mengumumkan hasil temuan dan rekomendasinya atas kasus ini.

  1. Kasus ini tidak bisa dilanjutkan karena tidak cukup alat bukti, untuk menjerat Chandra dan Bibit dalam kasus penyuapan dan pemerasan.
  2. Adanya keterkaitan antara kasus Bank Century (penggelontoran dana segar bernilai triliunan rupiah terhadap Bank Century/ Bank Mutiara sekarang dengan kasus Chandra dan Bibit.
  3. Adanya missing link atau jaringan/ rantai yang terputus dalam penyerahan uang dari Anggodo Ke Ari Muladi yang katanya di sampaikan ke Bibit dab Chandra dengan adanya nama kurir penyerah uang bernama Yulianto.
  4. Masalah penyalahgunaan wewenang dalam proses pencekalan, menurut team 8 sangkaan terhadap penyalahgunaan wewenang tidak dapat dilanjutkan karena pasal yang dipakai adalah pasal karet. Dan proses pencekalan yang dilakukan sudah biasa/ lazim dilakukan oleh pimpinan KPK pada periode-periode sebelumnya.

Setelah rekomendasi ini keluar, banyak kalangan meminta agar Polri dan pihak Kejaksaan mematuhi dan melaksanakan rekomendasi ini yaitu dengan meng- SP 3 kan kasus ini.

Namun, sepertinya semua mesti bersabar karena kasus ini ternyata tidak berhenti begitu saja setelah ada rekomendasi dari team 8. Meski Bapak Presiden telah memanggil Kapolri Bambang Hendraso Danuri dan Kepala Kejagung Hendraman Supanji tetap saja kasus ini bergulir.

Ya, kita sebagai masyarakat awam hanya bisa menyaksikan dan menunggu (wait and see) hasil final dari kasus ini, semoga dipengadilan kelak semua fakta, semua bukti, semuanya terungkap. Sehingga siapa yang salah dan siapa yang benar akan benar-benar kita ketahui bersama. Apakah ada rekayasa atau tidak, apakah ada upaya kriminalisasi KPK atau tidak ada, semua akan kita lihat pada waktu yang semoga tidak lama lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s