Objektivitas Media

Jika kita melihat tayangan televisi atau membaca surat kabar beberapa hari ini headline news-nya hampir semua sama, menyoal kasus “perseteruan”  Polri dengan KPK. Kasus ini menjadi komoditi news yang sangat laku keras karena hampir semua masyarakat Indonesia ikut fokus dalam mengikuti perkembangan kasus ini. Sehingga hampir semua stasiun televisi berlomba-lomba meng-update berita tentang kasus ini.

Benar kasus ini sangat menghebohkan, dan mengguncang Indonesia. Guncangannya mengalahkan Gempa Tasikmalaya dan Gempa Padang, kenapa demikian? Karena memang setelah kasus ini makin memanas, berita tentang korban gempa, pemulihan pasca gempa dan penyaluran bantuan sepertinya hilang dari media. Semua memfokuskan pada berita Polri dengan KPK.

Berita Tidak Berimbang

Sejak kasus ini bergulir saya merasa bahwa yang ikut memperkeruh suasana dari kasus ini adalah media massa yang dalam memberikan berita tidak berimbang dan cenderung berat sebelah. Sehingga ada institusi yang merasa dirugikan dan terpojok dengan berita-berita yang tidak berimbang tersebut. disisi lain, ada juga pihak yang merasa sangat terbantu dengan gencarnya pemberitaan.

Tentu saja publik berhak tahu atas apa yang terjadi, pers memiliki tugas dan tanggung jawab dalam peliputan berita dan harus menyampaikannya kepada publik dengan berimbang dan profesional. Karena menurut hemat saya pemberitaan yang tidak berimbang akan mendorong opini publik dalam memandang suatu kasus atau perkara sikap apriori dan cenderung berat sebelah. Ini tentu tidak baik bagi dunia jurnalistik kita, bila pemberitaan yang tidak beribang ini terus berlanjut.

Keterbukaan Lembaga

Yang saya pahami dari pemberitaan-pemberitaan yang cenderung tidak berimbang adalah karena pihak yang satu sangat terbuka sedangkan pihak yang lain cenderung menutup diri. Wajar saja jika terjadi anggapan bahwa berita yang disampaikan berat sebelah, karena memang kabar atau berita yang didapat hanya dari sumber yang mau terbuka.

Yang seharusnya terjadi adalah kedua-belah pihak sama-sama terbuka dalam menyikapi dan menanggapi kasus ini, sehingga kabar atau opini yang sampai ke publik benar-benar seimbang. Dan  penggiringan opini publik untuk mendukung salah satu institusi bisa dihindarkan.

3 thoughts on “Objektivitas Media

  1. Steffani says:

    Susah bang kayaknya kalo Media dah berat seblah dlam pemberitaannya,yang harus dilakukan adalah memberikan berita tandingan yang transparan dan tidak memihak.
    kita tentu khawatir hal ini akan jadi prsden buruk bagi dunia jurnalistik kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s