Hampir seminggu yang lalu Kabinet Indonesia bersatu Jilid II resmi dilantik dan diumumkan ke publik, kontroversi tak henti-hentinya mengiringinya. Yang paling santer adalah penunjukan MenKes yang dianggap pro asing, sekarang muncul lagi pro-kontra terbaru yaitu tentang isu rencana kenaikan  gaji (salary)para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Tentu saja ini akan mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat kita, saya yakin lebih banyak yang kontra jika dibandingkan dengan yang pro. Memang tidak salah menaikkan gaji tersebut, namun yang menjadi masalah saat ini adalah bangsa (masyarakat indonesia) sedang berjuang melepaskan diri dari jeratan kemiskinan, saat ini masih sering kita mendengar bayi yang kekurangan gizi, belum lagi masalah-masalah kemiskinan yang lainnya. Benar, gaji Menteri kecil jika dibandingkan dengan gaji Anggota Dewan yang terhormat, gaji Menteri saat ini berada di kisaran 17-18 juta rupiah, sedangkan gaji Anggota Dewan sekitar 35 juta rupiah. Memang kenaikan gaji para Menteri terakhir adalah sekitar 5 tahun yang lalu. Namun pantaskah para Menteri ini mendapatkan kenaikan gaji saat ini?? Jawabannya akan sangat relatif, bagi saya ini tidaklah pantas.

Dengan berbagai alasan, Pertama bahwa kebanyakan dari masyarakat kita saat ini masih berjuang dengan sekuat tenaga untuk bangkit, melepaskan diri dari jeratan kemiskinan, Kedua para Menteri ini belum menunjukkan kinerjanya (performance-nya) yang nyata toh baru beberapa hari saja mereka dilantik. Yang Ketiga, kenaikan gaji menteri akan menimbulkan rasa ketidakadilan dari masyarakat kita (kecemburuan dan ketimpangan sosial).

Kenaikan gaji para menteri tentu saja akan diikuti dengan kenaikan gaji para pejabat tinggi negara lainnya, seperti Presiden, Wakil Presiden, Gubernur, Kepala Daerah beserta Wakil, Hakim Pengadilan, dan para Ketua DPR. Tentu saja ini akan menambah beban APBN negara kita. Jika gaji sudah naik, pastinya fasilitasnya pun akan ikut merangkak (bertambah). Kabarnya jika kenaikan gaji tersebut sudah terealisasi, fasilitas lain seperti mobil dinas pun akan ikut naik. Dari yang saat ini mobil seharga Rp. 350 Juta menjadi mobil mewah dengan harga dikisaran Rp. 1,8 Milyar.

Saya pikir dengan fasilitas VIP yang ada sekarang, sudah cukup bagi seorang Menteri untuk bisa hidup dengan nyaman. Karena disamping gaji yang kata mereka tidak seberapa, toh tunjangan-tunjangan lain dan fasilitas yang ada sudahlah sangat mewah. Selain itu, saya meyakini bahwa latar belakang seorang Menteri pastilah dari kalangan atas yang sudah tercukupi semua kebutuhannya. Dari dari kalangan yang seperti saya, hmmmmm….

Saat ini yang terpenting adalah menunjukan kinerja, tunaikan dulu kewajiban dengan baik. Capai dulu target-target pembangunan yang telah disodorkan Presiden, baru bicara tentang kenaikan gaji. Masyarakat ingin tahu sejauhmana kinerja para Menteri, Masyarakat menginginkan perubahan kearah yang lebih baik.

Advertisements