Koalisi Oposisi

Beberapa hari belakangan ini kita dipaksa diakrabkan dengan  kata ‘koalisi’melalui berita-berita di televisi dan mass media. Semua media di Indonesia terus berbicara tentang koalisi, para elit politik bahkan sampai masyarakat awam pun membicarakannya. Lalu apa sih si ‘koalisi’ itu???

Koalisi

Koalisi dari pemahaman pribadi saya berarti bergabung/ mendukung. Ini dilihat dari beberapa realita dan pembicaraan atau perbincangan yang terjadi tentang koalisi. Sedangkan lawan kata Koalisi dalam politik adalah Oposisi. Oposisi bagi saya merupakan sebuah garis tegas yang diambil atau dibuat untuk memisahkan diri dari sebuah komunitas Koalisi.

Dalam beberapa hari ini terlebih setelah pelantika Presiden dan Wakil Presiden dua kata ini bak dua sejoli yang selalu berdampingan dan senantiasa beriringan. Selalu diperbincangkan. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam lingkup lingkaran pemerintahan SBY dan Boediono sekarang didukung oleh beberapa Mitra Koalisi seperti PKS, PAN, PKB, PPP dan partai lainnya. Sedangakn yang samapi saat ini belum menentukan sikap dan bersikap malu-malu kambing adalah PDI-Perjuangan. Mereka kembali membuat sebuah kalimat yang selalu membingungkan publik sama seperti waktu kampanye dulu. Saat ini kalimat andalan mereka adalah Mitra Strategis, bukan Oposisi bukan pula Koalisi.

Sikap ini tentu bagi saya mencerminkan kebimbangan dan keraguan yang mendalam dari partai berlambang kepala banteng ini. Mereka belum berani menentukan sikap dan membuat statement yang jelas. Terlebih setelah Ketua Dewan Penasihat Partai PDI-P Taufik Kemas terpilih menjadi Ketua MPR, ini tentu sebuah jabatan yang tidak begitu saja diberikan oleh anggota, tentu saja didalamnya ada hitung-hitungan politis tentang kekuasaan. Jabatan sudah pasti tidak akan didapat tanpa bantuan partai Demokrat dan mitra koalisinya.

Tentu saja ini menambah kebimbangan partai yang identik dengan warna merah ini. Terlebih sikap Ketua Umumnya yang  sepertinya masih berpikir dengan mendalam tentang dua hal ini.

Sedangkan untuk partai beringin, partai ini terang-terangan membuka diri untuk berkoalisi dengan meminta jatah  menteri. Ini tentu sikap gentle dan tegas yang diambil. Meski alasan mereka memang klise yaitu mereka terbiasa berada di dalam lingkaran kekuasaan dan tidak terbiasa berada diluar kekuasaan.

Untuk partai yang baru saja muncul seperti Hanura, dan Gerindra saat ini suara mereka nyaris tak terdengar, dengan tidak adanya suara mereka yang terdengar ini dapat kita pastikan bahwa mereka akan menjadi Oposan bagi pemerintahan yang di pimpin SBY.

Kita tentu menyambut baik sikap Gerindra dan Hanura ini, karena nantinya kedua partai ini akan menjadi partai yang akan selalu mengingatkan dan memberi masukan tentang pemerintahan yang berjalan atau bahasa kerennya check and balance. Tentu kita tidak ingin pemerintahan ini menjadi pemerintahan yang absolut, tanpa kontrol dan tanpa pengawasan. Karena jika hal ini terjadi pada akhirnya masyarakat sendirilah yang akan mengkudeta pemerintah seandainya saja dianggap tidak berhasil.

Selain partai oposisi masyarakat juga haruslah memiliki peran dalam proses check and balance ini, karena pada akhirnya masyarakat pula lah yang memiliki peran paling besar dalam mengawasi setiap kebijakan dan langkah-langkah yang diambil pemerintah.

One thought on “Koalisi Oposisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s